Pages

Jumat, 03 Juni 2016

Pencemaran Lingkungan dan Jenisnya

Artikel oleh Pandhu Nareswara Eka Putra X-A3/26
Sebelum masuk ke pembahasan alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dulu pengertian dari pencemaran. Berikut adalah beberapa pengertian yang diambil dari beberapa sumber.
  Pencemaran menurut SK Menteri Kependudukan Lingkungan Hidup No 02/MENKLH/1988 :
Pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. 
 Pencemaran dapat terjadi karena beberapa faktor
  1. pertambahan penduduk yang tak terkendali (over population);
  2. pesatnya perkembangan dan penyebaran teknologi;
  3. adanya polutan dalam jumlah besar dan alam tidak bisa lagi menetralisir.  
  Pencemaran terjadi karena disebabkan oleh zat-zat yang disebut polutan. Namun, tidak semua zat dapat dikategorikan sebagai polutan. Ada beberapa kriteria mengapa suatu zat dikatakan sebagai polutan seperti a) kadarnya melebihi batas normal atau ambang batas ; b) berada pada waktu yang tidak tepat; c) berada pada tempat yang tidak semestinya,

Selanjutnya pencemaran dibagi menjadi tiga yakni,
1. Pencemaran Tanah
pencemaran tanah



Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami. Polutannya berupa

  1. Sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng
  2. Detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan)
  3. Zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida seperti DDT
 Dampak dari pencemaran tanah
  1.  Mengurangi kesuburan tanah. Pembuangan sampah plastik tidak pada tempatnya merupakan penyebab yang dominan. Seperti yang kita ketahui plastik merupakan bahan yang sulit diuraikan oleh tanah sehingga keberadaanya semakin menumpuk. Ya sulit, bukan berarti tidak dapat diuraikan. Namun proses penguraiannya memakan waktu yang sangat panjang yakni sekitar 200 - 500 tahun.
  2.  Menimbulkan bau tidak sedap. Pupuk pestisida dan limbah industri yang mengandung zat kimia tertentu jika dibuang begitu saja di tanah dapat menimbulkan bau tidak sedap.
  3. Tidak enak dipandang. Sampah anorganik yang dibuang ke tanah tentunya akan mengakibatkan penumpukan. Pasti pembaca sudah tahu lah sampah dari dulu memang tidak enak dipandang.
  4. Menimbulkan berbagai macam penyakit. Dalam tumpukan sampah anorganik terdapat banyak lalat. Lalat-lalat tersebut dapat segera berpindah ke lingkungan rumah. Lalat yang hinggap ke makanan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti diare.
Untuk mengatasi dampak tersebut ada beberapa solusi yang dapat kita sendiri lakukan. Solusi yang bukan teoritis, namun mudah dilakukan yang berdampak luar biasa jika dibiasakan pada semua orang.
  1. Untuk mengurangi pemakaian kantong plastik, kita dapat menggunakan tas kain ramah lingkungan dari rumah sebagai alternatif;
  2. Menggunakan kantong plastic berulang kali sampai tidak dapat digunakan.
  3. Memanfaatkan sampah rumah tangga, untuk dibuat kerajinan
  4. Mendaur ulang sampah plastik.
Belakangan ini, saya sebagai seorang siswa SMA mendapat tugas kelompok dari guru kimia untuk mendaur ulang bungkus pasta gigi menjadi sebuah tas. Awal mulanya kami mencari dan mengumpulkan bungkus pasta gigi tersebut yang tentunya tidak sedikit. Sulit bagi kami untuk mengumpulkan secara mandiri dari tempat sampah, jadi kami memutuskan untuk mendapatkannya di tempat dekat TPA. Setelah kami kumpulkan kami cuci bungkus tersebut, dan inilah langkah yang paling merepotkan. Kami harus membersihkan bungkus pasta gigi yang kotor dan berbau busuk. Selanjutnya kami keringkan dan potong memanjang supaya dapat dianyam. Langkah selanjutnya yakni penganyaman dan kami serahkan hasil anyaman kami ke penjahit menjadi tas. Ini merupakan salah satu langkah konkrit yang dapat dilakukan seorang siswa sekaligus sebagai bentuk kepedulian siswa terhadap lingkungan.

 2. Pencemaran Air

Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lainnya kedalam air sehingga menyebabkan kualitas air terganggu. Kualitas air yang terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa, dan warna.


Dampak dari pencemaran air
  1. Perairan menjadi Dangkal
  2. Menghambat aliran air
  3. Perubahan warna air
  4. Eutrofikasi / Blooming Algae. Terjadinya eutrofikasi disebabkan karena terjadinya pembusukan yang berlebihan di perairan karena penimbunan senyawa nitrat (NO3). Ditambah belum lagi penimbunan sisa-sisa pupuk yang lainnya di daerah pertanian yang akan menyebabkan tumbuh suburnya gulma. Belum dapat menutup permukaan air sehingga cahaya tidak bisa menembus ke pedalaman air sehingga menghambat proses fotosintesis yang diakhiri dengan berkurangnya produksi oksigen (O2). Berkurangnya oksigen menyebabkan ikan dan hewan lainnya yang hidup di air menjadi berkurang atau terhambat pertumbuhannya.
  5. Kadar Oksigen berkurang, sedangkan Karbondioksida bertambah
  6. Menimbulkan bau yang tak sedap
Langkah penanganan yang dapat dilakukan

  1. Tidak membuang sampah di sungai/selokan
  2. Mengolah limbah cair rumah tangga agar bisa digunakan kembali dan ramah lingkungan untuk dibuang.
  3. Mengurangi penggunaan deterjen atau alat pembersih lain yang bahan-bahannya dapat menurunkan kualitas air.
  4. Menggunakan air seperlunya,  

3. Pencemaran Udara
Pencemaran udara disebabkan adanya pembakaran yang tidak sempurna dari minyak bumi, batubara, asap rokok, dan gas-gas lain yang mencemari udara, misalkan gas CO, CO2, NO, NO2, SO, SO2, CH4, CFC3. Kadar polutan di udara dinyatakan dengan ppm (part per million), yaitu jumlah cm3 polutan per m3 udara. Polutan yang dimaksud disini dapat berbentuk partikel, cairan, atau gas.


a. CO (Karbon Monoksida) Sebagai gas pembunuh, gas ini mempunyai daya ikat terhadap haemoglobin yang jauh lebih tinggi daripada dengan O2, sehingga mengganggu pengikatan O2 oleh darah. Bila dalam darah 70-80% Hb mengikat CO dapat mengakibatkan kematian. Contoh-contoh terbentuknya gas CO, antara lain. 1) Menghidupkan mesin mobil di dalam garasi tertutup. 2) Menghidupkan AC ketika tidur di dalam mobil dengan keadaan kaca yang tertutup.

b. CO 2 (Karbon Dioksida) CO2 bersama mikroorganisme, debu, dan titik-titik air akan berkondensasi membentuk awan. Awan mempunyai sifat dapat ditembus oleh energi panas, sehingga suhu udara yang berada di permukaan bumi akan meningkat. Kadar CO2 0,033% yang ada di udara akan dimanfaatkan oleh tumbuhan hijau untuk fotosintesis, tetapi bila kadar tersebut berlebih maka akan merusak tumbuhan dan hewan.

c . Gas NO, NO2, SO, dan SO2 Gas-gas tersebut dapat menimbulkan gangguan pada sistem saluran pernapasan, sedangkan NO3 apabila masuk ke ekosistem tanah dan air akan menyebabkan eutrofikasi . Gas-gas tersebut juga dapat berkondensasi dengan partikel-partikel lain beserta titik-titik air sehingga terbentuklah zat asam, dan bila turun bersama air hujan terjadilah Hujan Asam. d. CFC (Chloro fluorocarbon) CFC terdapat pada gas pendingin AC, kulkas, dispenser, dan kosmetik. Gas CFC merupakan gas yang sukar terurai, dan bila masuk ke dalam atmosfer akan mampu mengikat lapisan ozon. Hal inilah yang dikhawatirkan umat manusia sedunia, mengapa demikian? Hal ini disebabkan lapisan ozon merupakan selimut bumi yang berfungsi mencegah radiasi sinar ultraviolet ke bumi. Bila kadar CFC terlalu tinggi, lapisan ozon dapat semakin tipis bahkan berlubang, hal seperti ini yang akan membahayakan bumi.

Daftar Pustaka :
Anshori, Moh dan Martono, Djoko.2009. Biologi Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan,                           Departemen Pendidikan Nasional.
https://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran

1 komentar:

Video Pembelajaran mengatakan...

Good..Pandhu..mari mulai dari kamu sendiri..lakukan apa yang kamu usulkan. be the first boy who cares the earth

Posting Komentar