Pages

Selasa, 07 Juni 2016

PENCEMARAN AIR

Artikel oleh Aretha R  Illiyin (X-A2/12)
Menurut Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. KEP-03/MENKLH/II/1991, yang dimaksud dengan pencemaran air ialah masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam air dan atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa pencemaran air adalah masuknya zat-zat atau komponen(polutan) ke permukaan air dalam jumlah yang banyak dan waktu yang tidak semestinya bahkan mampu menyebabkan perubahan pada tatanan ekosistem perairan serta menimbulkan kualitas air yang rendah.
Penyebab pencemaran air :
  1. Menurut sifat bahanya :
  1. Bahan organik :sebagian dari limbah rumah tangga ( human waste)
  2. Bahan anorganik : umumnya oleh limbah cair dan limbah padat
  1. Menurut saat terjadinya
  1. Secara langsung: limbah hasil buangan dari industri, rumah tangga dan pertanian
  2. Secara tidak langsung : limbah B3
Dampak yang ditimbulkan :
  1. Menimbulkan bau yang tidak sedap
  2. Merubah warna
  3. Menghambat aliran air bahkan dapat menimbulkan banjir
  4. Menyebarnya penyakit menular
  5. Eutrofikasi
Peningkatan ion nitrat dan fosfor di perairan menyebabkan ledakan tumbuhan air. Ketika mati ,tanaman air dibusukan oleh bakteri saprotrof aerob. Karena tumbuhan air sangat banyak maka butuh banyak oksigen untuk melakukan proses ini. Akibatnya DO air menurun dan selanjutnya terjadi pembusukan anaerob dan terbentuk hidrogen sulfida (H2S), kehadiranya ini menyebabkan makhluk hiduk air lainya ikut mati.
  1. Biomagnifikasi
Penumpukan polutan di air pada konsumen tertinggi.





Upaya yang dapat dilakukan :
  1. Menerapkan sikap disiplin dan tertib pada diri sendiri:  dalam hal tidak melanggar peraturan pemerintah agar senantiasa menjaga lingkungan sekitar dengan meminimalkan penggunaan plastik dan tidak membuang sampah disungai.

  1. Melakukan pengolahan terhadap limbah cair sebelum dibuang ke perairan
C:\Users\user\Pictures\bio limbah cair.jpg
    Tahapan pengolahan limbah cair :
  • Proses kimia : melalui proses redok, elektrofisika,pengendapan dan penukaran ion.
  • Proses fisika : melalui pemberian gas dan pemisahan cairan
  • Proses stabilisasi / solidifikasi: ini berfungsi untuk menguurangi racun
  • Proses insenerasi: pembakaran materi limbah dengan alat khusus
Setelah melalui tahap ini limbah cair boleh dibuang ke lingkungan. Karena sudah disaring melalui beberapa tahapan.
  1. Meminimaisir penggunaan pupuk dan detergen
  2. Senantiasa memperhatikan kualitas air menurut parameter-parameter air. Berikut parameter air:
  1. BOD (biology oxygen demand) : jumlah oksigen yang digunakan untuk respirasi organisme air. Makin tinggi BOD makin tercemar perairan tersebut.
  2. DO (dissolve oxygen ): oksigen yang terlarut pada perairan. Kadar DO ini dipengaruhi oleh suhu dan mineral ynag larut dalam air.
  3. pH : dalam air bersih konsentrasi ion H+ dan OH+ dalam keseimbangan organisme air hidup ideal dgn pH kisaran asam lemah dan basa lemah . jika sebaliknya akan menggangu proses respirasi dan metabolisme. Jika kangungan pH air kisaran asam kuat maka perairan tersebut dapat dinyatakan mengandung logam berat yang tinggi. Jika kandungan pH kisaran basa kuat maka dapat dinyatakan bahwa perairan tersebut mengandung senyawa amoniak yang banyak yg mampu mnimbulkan toksik (racun ).
Berikut contoh pencemaran air
C:\Users\user\Pictures\polutan\P_20160511_165907.jpg

1 komentar:

Video Pembelajaran mengatakan...

bagus aretha..semoga pembaca dapat memahamisolusi yang kamu tawarkan..dan yang terpenting dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga bumi ini???

Posting Komentar