Artikel oleh Muhammad Fadhil Muktaz X-A3/16
Pencemaran
atau polusi biasa diartikan sebagai sesuatu yang dihasilkan manusia dalam
jumlah cukup besar yang sifatnya bertentangan dengan kesehatan atau
kesejahteraan manusia. Ada dua factor utama yang memicu terjadinya pencemaran,
yaitu ukuran populasi manusia dan perkembangan teknologi. Faktor-faktor
tersebut menyebabkan kebutuhan penduduk juga meningkat, contohnya semakin
banyak pengguna kendaraan pribadi sehingga menimbulkan polusi udara.
Ketika
populasi manusia kecil dan manusia hidup secara sederhana, limbah dan cairan
(kotoran) yang dihasilkannya tidak menjadi suatu masalah pencemaran. Saat itu,
manusia hanya menggunakan sesuatu secara wajar dan tidak besar-besaran. Limbah yang mereka hasilkan dapat dengan mudah
mengalami biodegradasi.
Pencemaran
dimulai ketika populasi manusia meningkat dan limbah yang dihasilkannya tidak
dapat terurai secepat mereka berproduksi. Perkembangan mesin uap air telah
memungkinkan mesin untuk menggantikan pekerjaan manusia. Namun, penggunaan
mesin tersebut juga menyebabkan meningkatnya sejumlah asap dan polutan (bahan
penyebab polusi) lainnya di udara serta meningkatnya kebutuhan akan bahan
bakar. Begitu juga dengan perkembangan industri kimia modern yang menghasilkan
banyak material sintesis yang sangat berguna (seperti, plastik, pestisida, dan
obat-obatan), juga telah menghasilkan berbagai polutan beracun.
Pencemaran
dapat dikelompokkan atas pencemaran tanah, udara, dan air.
A.
Pencemaran
Tanah
Bentuk
utama pencemaran tanah adalah berupa limbah padat yang meliputi kotoran,
sampah, lumpur, dan berbagai produk yang tidak diinginkan dari pertanian,
pertambangan, dan industri. Sampah merupakan limbah makanan, sedangkan kotoran
umumnya berupa limbah nonmakanan, seperti kertas, plastic, logam, dan kaca,
yang dapat berasal dari rumah dan pabrik. Keduanya, sampah dan kotoran, sering
dibuang dan dikubur di dalam tanah.
Sampah-sampah
organik, seperti kulit buah, daun-daun, jaringan hewan, kotoran hewan, dan kertas,
dapat dihancurkan oleh mikroorganisme tanah (decomposer) menjadi mineral, gas,
dan air sehingga terbentuklah humus. Bahan-bahan buangan yang tidak mudah atau
tidak dapat diuraikan oleh decomposer, misalnya besi, plastic, kaleng, kaca,
dan aluminium, digolongkan sebagai sampah anorganik. Agar tidak mencemari
tanah, sampah-sampah tersebut harus didaur ulang.
Pestisida adalah
substansi yang digunakan untuk mengontrol organisme yang mengganggu tanaman
pertanian ataupun organisme yang terlibat dalam penyebaran penyakit. Pestisida
merupakan biosida (bahan kimia yang diciptakan untuk membunuh organisme). Ada
sekitar 500 jenis pestisida yang diklasifikasi berdasarkan kelompok organisme
yang dibunuh/ dikendalikannya.
Penyebab Pencemaran Tanah
- Kebiasaan masyarakat nan masih saja membuang sampah anorganik di sembarang tempat.
- Penggunaan pupuk atau pestisida nan hiperbola pada pertanian.
- Banyaknya produk-produk nan merupakan produk anorganik nan tidak bisa diurai mikrorganisme.
- Pengolahan limbah industri nan berupa logam berat nan tak benar Mereka cenderung langsung membuang, tanpa dilakukan proses pemurnian terlebih dahulu.
Cegah Pencemaran Tanah
1. Biasakan buat memisahkan
sampah-sampah organik dan anorganik di rumah Anda. Sampah orgaik nan bisa
terurai oleh mikroorganisme. Sampah ini bisa dikubur dalam tanah buat dibuat
pupuk kompos.
2. Untuk sampah anorganik atau
bahkan organik nan tak dapat terurai oleh mikroorganisme dibakar di loka
spesifik nan jauh dari pemukiman penduduk. Sampah nan tak bisa dibakar, bisa
digiling atau dihancurkan hingga menjadi partikel kecil, lalu dikubur.
3. Untuk pegolahan limbah
industri nan di dalamnya terkandung logam berat, sebaiknya dilakukan proses
pemurnian terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai atau ke loka pembuangan.
4. Menggunakan pupuk atau
pestisida dengan dosis nan sesuai. Karena jika hiperbola akan mencemari tanah
nan digunakan tersebut.
5. Gunakan ditergen nan ramah
lingkungan sehingga ia bisa terurai oleh mikroorganisme. Dengan begitu tak
menimbulkan zat-zat nan membuat tanah tercemar.
B. Pencemaran Udara
Pencemaran udara timbul akibat adanya sumber-sumber pencemaran, baik yang bersifat alami ataupun karena kegiatan manusia. Beberapa pengertian gangguan fisik seperti pencemaran suara, pencemaran panas, pencemaran radiasi dan pencemaran cahaya di anggap sebagai bagian dari pencemaran udara. Adapun karena sifat alami udara yang bisa menyebar tanpa batasan ruang, membuat dampak pencemaran udara bisa bersifat lokal, regional, maupun global.
Penyebab Pencemaran Udara
Secara alami, udara di
atmosfir bumi merupakan gabungan dari gas nitrogen (78%), gas oksigen (21%),
gas argon (sekitar 1 %), CO2 (0,0035 %) dan uap air (sekitar 0,01 %). Komposisi
komponen gas penyusun atmosfer ini bisa mengalami perubahan akibat polusi
udara. Selain itu, beberapa penyebab pencemaran udara juga bisa dijelaskan oleh
daftar berikut:
- Asap cerobong pabrik dan knalpot kendaraan bermotor, asap rokok, pembakaran, atau kebakaran hutan, membebaskan CO2 dan CO ke udara.
- Asap vulkanik hasil dari aktivitas gunung berapi menebarkan partikel-partikel debu ke udara.
- Bahan radioaktif dari percobaan nuklir atau bom atom membebaskan partikel-partikel debu radioaktif ke udara.
- Asap pembakaran batu bara dari pembangkit listrik membebaskan partikel nitrogen oksida (NO2), dan oksida sulfur (SO2).
- Chloro Fluoro Carbon (CFC) dari kebocoran mesin pendingin, kulkas, dan AC mobil.
Dampak
Pencemaran Udara
- Menurunkan kualitas udara untuk penafasan semua organisme, terutama manusia sehingga akan menurunkan derajat kesehatan masyarakat.
- Asap kebakaran hutan menyebabkan gangguan iritasi dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
- Menyebabkan terjadinya keracunan akibat pengikatan CO2 hasil dari pencemaran udara.
- Menyebabkan kebocoran lapisan ozon sehingga membuat keseimbangan ekosistem jadi terganggu akibat efek rumah kaca.
- Meningkatkan potensi penyakit kanker kulit, mata, dan katarak.
- Menyebabkan hujan asam karena oksida belerang dan oksida nitrogen hasil pembakaran batu bara yang ada ke udara bereaksi dengan uap air membentuk awan asam (asam sulfat, asam nitrat).
Pencegahan
dan Penanggulangan
Menimbang pada penyebab
pencemaran udara dan dampak yang ditimbulkannya, kita sebagai khalifah di muka
bumi tentu perlu untuk melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan
pencemaran udara yang terjadi agar keberlangsungan kehidupan dimuka bumi ini
dapat tetap terjaga. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah
dampak pencemaran udara tersebut misalnya
- Dengan membuat jalur hijau berupa penanaman pohon-pohon di kota-kota besar agar CO2 sebagai salah satu bahan pencemaran udara dapat terserap kembali melalui daur oksigen dan fotosintesis.
- Mengurangi penggunaan minyak bumi dan bahan bakar fosil pada industri, pembangkit listrik, dan rumah tangga untuk mengurangi jumlah limbah udara yang terlepas ke atmosfer.
- Memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, seperti biogas, energi surya, atau energi panas bumi.
- Melakukan pengawasan lebih ketat di wilayah hutan yang rawan terbakar.
- Melarang warga membakar hutan saat melakukan land clearing lahan pertanian.
- Tidak melakukan percobaan nuklir secara masif untuk mengurangi pencemaran radioaktif.
C. Pencemaran Air
Polusi air adalah perubahan keadaan di
tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat
aktivitas manusia. Sungai, Danau, lautan dan air tanah adalah bagian
penting dari siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari
siklus hidrologi. Selain aliran air juga mengalirkan sedimen dan polutan.
Berbagai fungsi sangat membantu kehidupan manusia.
Pemanfaatan danau, sungai, lautan dan
air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagian air
hujan dan air limbah pembuangan, bahkan potensi nyata sebagai objek wisata.
Meskipun fenomena alam seperti badai, gunung berapi, gempa bumi dll juga
mengakibatkan perubahan besar pada kualitas air, itu tidak dianggap sebagai polusi.
Penyebab Pencemaran Air
Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai
hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
- Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.
- Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
- Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
- Seperti limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di sungai citarum
- pencemaran air oleh sampah
- Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan
Dampak Pencemaran Air
Pencemaran air berdampak luas, misalnya dapat
meracuni sumber air minum, meracuni makanan hewan, ketidakseimbangan ekosistem
sungai dan danau, pengrusakan hutan akibat hujan asam, dan sebagainya. Di badan
air, sungai dan danau, nitrogen dan fosfat (dari kegiatan pertanian) telah
menyebabkan pertumbuhan tanaman air yang di luar kendali (eutrofikasi
berlebihan). Ledakan pertumbuhan ini menyebabkan oksigen, yang seharusnya
digunakan bersama oleh seluruh hewan/tumbuhan air, menjadi berkurang. Ketika
tanaman air tersebut mati, dekomposisi mereka menyedot lebih banyak oksigen.
Sebagai akibatnya, ikan akan mati, dan aktivitas bakteri menurun.
Dampak pencemaran air pada umumnya dibagi
atas 4 kelompok, yaitu :
- Dampak terhadap kehidupan biota air
- Dampak terhadap kualitas air tanah
- Dampak terhadap kesehatan
- Dampak terhadap estetika lingkungan
1.Dampak terhadap kehidupan biota air
Banyaknya zat pencemaran pada air limbah akan
menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air tersebut. Sehingga
mengakibatkan kehidupan dalam air membutuhkan oksigen terganggu serta
mengurangi perkembangannya.
Akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses
penjernihan air secara alamiah yang seharusnya terjadi pada air limbah juga
terhambat. Dengan air limbah yang sulit terurai. Panas dari industri juga akan
membawa dampak bagi kematian organisme, apabila air limbah tidak didinginkan
terlebih dahulu.
2. Dampak terhadap
kualitas air tanah
Pencemaran air tanah oleh tinja yang biasa diukur
dengan faecal coliform telah
terjadi dalam skala yang luas, hal ini dibuktikan oleh suatu survey sumur
dangkal di Jakarta. Banyak penelitian yang mengindikasikan terjadinya
pencemaran tersebut.
3. Dampak terhadap
kesehatan
Peran air sebagai pembawa penyakit menular
bermacam-macam antara lain :
- Air sebagai media untuk hidup mikroba pathogen,
- Air sebagai sarang insekta penyebar penyakit,
- Jumlah air yang tersedia tidak cukup, sehingga manusia bersangkutan tak dapat membersihkan diri,
- Air sebaga media untuk hidup vector penyakit.
4.Dampak terhadap estetika lingkungan
Dengan semakin banyaknya zat organik yang
dibuang ke lingkungan perairan, maka perairan tersebut akan semakin tercemar
yang biasanya ditandai dengan bau yang menyengat disamping tumpukan yang dapat
mengurangi estetika lingkungan. Masalah limbah minyak atau lemak juga dapat
mengurangi estetika lingkungan.
Cara Menanggulangi Pencemaran Air
Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai cara
penanggulangan pencemaran air antara lain:
1. Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak
merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
2.
Tidak membuang sampah ke sungai.
3.
Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
4.
Melakukan penyaringan limbah pabrik sehingga limbah
yang nantinya bersatu dengan air sungai bukanlah limbah jahat perusak
ekosistem.
5.
Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar
sumber-sumber air bersih lainnya tidak tercemar.



2 komentar:
good..lain kali berian contoh tindakan konkrit yang sudah dilaksanakan masyarakat sekitarmu ya
good..lain kali berian contoh tindakan konkrit yang sudah dilaksanakan masyarakat sekitarmu ya
Posting Komentar