Pages

Selasa, 07 Juni 2016

Pencemaran Tanah: Penyebab, Dampak, dan Solusinya

Artikel Oleh Wendy J.A. (X-A2/34)
/data/data/com.infraware.PolarisOfficeStdForTablet/files/.polaris_temp/fImage210313.jpeg
Kehidupan manusia bergantung pada tanah. Dalam hal mencari nafkah dengan berkebun ataupun bertani, dalam hal pengolahan tanah untuk kehidupan dan masih banyak lainnya. Tak hanya manusia, dapat dikatakan juga bahwa tanah merupakan salah satu unsur penting pendukung kehidupan makhluk hidup.
Kerusakan tanah merupakan satu hal yang paling diwaspadai makhluk hidup. Ketika tanah disekitar mengalami kerusakan, dapat dipastikan bahwa lignkungan tersebut tidaklah sehat serta mengganggu kita untuk mengolahnya.
Salah satu penyebab kerusakan tanah antara lain pencemaran tanah. Pencemaran tanah merupakan keadaan dimana bahan kimia buat manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah seperti pestisida dan lain sebagainya. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.
Dampak pencemaran tanah dapat dilihat dari berbagai aspek yaitu :
  • Pada kesehatan
Pencemaran tanah yang berkelanjutan sangat berpengaruh pada kesehatan. Dampak yang ditimbulkan bisa berefek langsung maupun tidak. Contohnya pestisida yang digunakan mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan apa lagi dalam waktu yang lama akan menyebabkan kesehatan menurun dan timbul penyakit lainnya yang tidak diinginkan.
Jika terjadi gejala terganggunya kesehatan seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata, dan ruam pada kulit akibat bahan kimia seperti merkuri, PBC, siklodiena, organofosfat dan beberapa bahan lainnya.
  • Pada ekosistem
Dampak kerusakan tanah biasanya dimulai dari makhluk hidup penguni tanah tersebut seperti cacing yang merupakan bagian dari rantai makanan. Jika tanahnya beracun contohnya akibat pestisida, maka cacing tidak dapat bertahan hidup dan rantai makanan di daerah tanahnya berpolusi akan kacau, dampaknya bisa dilihat dari predator disekitar. Bisa saja hewan yang tidak mendapat makanan jadi langka pada daerah tersebut. Dampak lainnya bagi burung adalah cangkangnya yang rapuh.
Salah satu cara atau bisa dikatakan satu-satunya agar tidak lagi terjadi yaitu meningkatkan kesadaran kita untuk menjaga Bumi kita sebagai upaya pencegahan dini. Dan untuk pengontrolan tanah yang sudah rusak dapat dilakukan Remediasi (kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar), Boiremediasi (proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikrorganisme), Fitoremediasi (teknoligi pembersihan penghilangan atau pengurangan polutan berbahaya seperti logam, pestisida dan senyawa organik beracun).

0 komentar:

Posting Komentar