Ini adalah salah satu contoh bentuk pencemaran air di desa Jepang. Pencemaran sungai ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain sampah plastik, limbah rumah tangga, dan limbah pabrik. Tetapi itu semua tidak akan terjadi apabila ada kesadaran dari diri masyarakat untuk tidak membuang sampah dan limbah ke sungai. Ditambah adanya pabrik tahu tepat di samping sungai membuat pihak pabrik merasa sungai sebagai tempat pembuangan limbah tahu mereka.
Dampak yang ditimbulkan bermacam-macam, antara lain :
- Tumbuhnya mikroorganisme berbahaya yang berasal dari pembusukan sampah.
- Air yang beracun dan berbahaya bila dikonsumsi untuk daur ulang.
- Air menjadi tampak kotor dan keruh.
- Kesulitan memperoleh air bersih.
- Terganggunya keseimbangan ekosistem di dalam air. (contoh : berkurangnya populasi ikan di sungai)
- Timbul bau tidak sedap yang disebabkan oleh limbah pabrik.
Dampak-dampak tersebut dapat ditanggulangi dengan berbagai cara, antara lain :
- Memberikan sosialisasi tentang pembuangan sampah pada tempatnya agar timbul kesadaran masyarakat.
- Memberikan sosialisasi tentang cara pengolahan limbah agar masyarakat mengetahui cara mengolah limbah dengan baik dan benar.
- Mengadakan program daur ulang sampah plastik (contoh: wadah bekas deterjen, pasta gigi, kopi, dll) agar mengurangi sampah plastik serta menambah kreativitas masyarakat sekitar.
- Pengurangan sampah plastik oleh setiap anggota Rumah Tangga.
- Penyediaan tempat sampah yang memadai dengan pengelompokkan sampah sesuai jenisnya.
- Mengadakan acara kerja bakti dengan tujuan membersihkan sampah yang telah tertumpuk di sungai.
Itulah beberapa solusi yang bisa dilakukan. Meskipun begitu, dari masyarakat sendiri kurang peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.
0 komentar:
Posting Komentar