Pages

Selasa, 07 Juni 2016

Pencemaran Air dan Tanah

Artikel oleh Anindita Rahma (X-A2/11)

  • Pengertian Pencemaran Lingkungan
    Pencemaran lingkungan adalah masuknya suatu zat/organisme, atau komponen lingkungan yang dapat merubah lingkungan, sehingga kualitas lingkungan menjadi menurun.
    Segala sesuatu yang dapat menimbulkan pencemaran dinamakan bahan pencemar atau polutan. Suatu zat dapat dikatakan sebagai polutan apabila :
  • Jumlahnya melebihi batas normal
  • Berada pada tempat yang tidak semestinya
  • Berada pada waktu yang tidak tepat

  • Berdasarkan zat pencemarnya, pencemaran dibedakan menjadi :
  • Pencemaran kimiawi : polutan berupa zat kimia, baik organik maupun anorganik, misalnya zat radioaktif, logam berat, detergen.
  • Pencemaran fisik : polutan berupa kaleng, botol, kaca, plastik, dan karet.
  • Pencemaran biologis : polutannya berupa mikroorganisme penyebab penyakit, misalnya Entamoeba coli, Salmonella thyposa.

  • Pencemaran dibedakan menjadi :
  1. Pencemaran air

49490.jpg
                    Gambar 1.1
                         Pencemaran air

        Gambar di atas adalah salah satu contoh pencemaran air. Gambar tersebut diambil di Desa Mlati Lor, Kudus. Pencemaran air sendiri adalah peristiwa masuknya bahan-bahan berbahaya dengan konsentrasi yang cukup besar untuk dapat merugikan atau mempengaruhi kualitas air. Pada gambar di atas, terlihat bahwa pada saluran air tersebut terdapat limbah rumah tangga dan beberapa sampah plastik.
        Hal itu tentunya akan mempengaruhi kualitas air ada di dalamnya. Warna air akan terlihat keruh dan tidak enak dipandang. Ditambah dengan baunya yang tidak sedap, akan mengganggu masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
        Beberapa penyebab pencemaran air adalah :
  1. Pembuangan limbah industri ke perairan (sungai, danau, laut)
  2. Pembuangan limbah rumah tangga ke sungai atau saluran air
  3. Penggunaan pupuk dan pestisida secara berlebihan
  4. Penggunaan bahan peledak dan racun untuk menangkap ikan

        Dampak dari pencemaran air :
  1. Terjadinya banjir jika musim hujan tiba
  2. Kualitas air akan menurun dan warna air menjadi keruh serta tidak enak dipandang
  3. Menimbulkan bau yang tidak sedap
  4. Kesehatan masyarakat di sekitarnya dapat terganggu
  5. Terganggunya kehidupan biota air
  6. Air yang tercemar oleh limbah detergen (fosfat) atau sisa pupuk (nitrat) dapat menimbulkan eutrofikasi. Eutrofikasi merupakan peningkatan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman air.

        Solusi yang dapat dilakukan :
  1. Penggunaan pupuk organik sebagai pengganti pupuk buatan pabrik.
  2. Larangan untuk menggunakan bahan peledak dan racun untuk menangkap ikan serta penggunaan jala dan alat pancing yang lebih aman agar tidak merusak karang.
  3. Pengolahan limbah pabrik sebelum dibuang
  4. Pengolahan limbah rumah tangga agar dapat digunakan kembali dan bermanfaat bagi manusia. Contoh limbah detergen dapat dijadikan sumber energi listrik alternatif.

  1. Pencemaran Tanah
                  
                       Pencemaran tanah

49487.jpg
Gambar 2.1



        Gambar di atas merupakan salah satu bentuk dari pencemaran tanah. Gambar tersebut diambil di Desa Mlati Lor, Kudus. Pencemaran tanah adalah  menurunnya estetika tanah dan kegunaannya bagi pertanian serta meningkatnya kandungan zat kimia beracun dan berbahaya di dalamnya.
        Beberapa penyebab pencemaran tanah adalah :
  1. Sampah plastik, pecahan kaca, logam maupun karet yang ditimbun dalam tanah
  2. Sisa pestisida dari kegiatan pertanian yang meresap ke tanah
  3. Limbah detergen yang dibuang ke tanah

    Dampak yang dapat ditimbulkan pencemaran tanah :
  1. Sampah anorganik yang ditimbun di dalam tanah dapat menurunkan kesuburan tanah
  2. Pembuangan limbah detergen dan kandungan pestisida dalam tanah dapat membunuh organisme pengurai dalam tanah sehingga mengganggu proses penguraian
  3. Menimbulkan bau yang tidak sedap
  4. Tidak enak dipandang
  5. Menimbulkan berbagai macam penyakit

    Solusi yang dapat dilakukan :
  1. Salah satu langkah untuk mengurangi sampah plastik adalah penggunaan tas kain sebagai pengganti dari plastic yang tentunya lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan berulang kali.
  2. Menggunakan plastik (reuse) sampai tidak dapat digunakan kembali
  3. Mendaur ulang (recycle) sampah menjadi suatu kerajinan. Contoh tempat pasta gigi dapat diolah menjadi tas yang bernilai harga tinggi dan menarik, koran bekas dan kardus yang sudah tak digunakan dapat diolah menjadi tempat tissue yang menggemaskan, dan yang terakhir adalah sampah botol plastic yang sudah tidak digunakan dapat diolah menjadi mainan yang lucu atau menjadi tempat lampu dan hiasan lain yang menarik.

0 komentar:

Posting Komentar